Kamis, 18 November 2010

TEORI DAN HIPOTESIS

TEORI DAN HIPOTESIS
Teori merupakan suatu kumpulan konstruk atau konsep, defenisi dan proposisi yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan (memprediksi) fenomena alam

Fungsi Teori :
Explanation (menjelaskan)

Prediction (Meramalkan)

Control (Pengendalian)

Langkah – Langkah Penyusunan Teori :
Menetapkan Variabel
Baca buku dari hasil penelitian
Deskripsi teori
Analisa kritis teori
Analisa komparatif terhadap teori dan hasil penelitian
Sintesa/kesimpulan teori

Kerangka berpikir ( kerangka konseptual) adalah menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel yang akan diteliti, kerangka konseptual ini diperoleh dari perpaduan sintesa antara berbagai variabel yang dapat digunakan untuk merumuskan hipotesa

Hipotesis adalah pernyataan dugaan (conjectural) tentang hubungan antara dua variabel atau lebih
dengan kata lain
Hipotesa merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian berdasarkan teori yang ada


Jenis Hipotesis
 Hipotesis Penelitian

 Hipotesis statistik

Bentuk Hipotesis
 Hipotesis deskriftif
 Hipotesis komperatif
 Hipotesis Assosiatif

Karakteristik Hipotesis yang Baik
 Merupakan dugaan terhadap keadaan variabel
 Dinyatakan dalam kalimat yang jelas
 Dapat diuji

MENENTUKAN SUMBER DATA
Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.
Sumber data dapat diklasifikasikan atas 3 P, yaitu:
P = person, sumber data berupa orang
P = place, sumber data berupa tempat
P = paper, sumber data berupa simbol

PERSON
Sumber data yang bisa memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket


PLACE
Sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak
Diam misalnya ruangan, kelengkapan alat, wujud benda, warna dan lain-lain
Bergerak misalnya aktivitas, kinerja, laju kenderaan, ritme nyanyian, gerak tari, kegiatan belajar mengajar dan lain sebagainya

PAPER
Sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf, angka, gambar, atau simbol-simbol lain
Atau dengan kata lain adalah berupa dokumentasi

Berdasarkan wilayah sumber data yang dijadikan sebagai subjek penelitian, maka penelitian dapat dibagi atas:
• Penelitian Populasi (sensus)
• Penelitian sampel
• Penelitian kasus

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian
Penelitian atas semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi

Populasi adalah wilayah yang terdiri atas subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan

Sampel adalah bagian dari jumlah atau karakteristik yang dimiliki oleh populasi
Penelitian yang hanya akan meneliti sebagian dari populasi maka penelitian tersebut merupakan penelitian sampel

TEKNIK SAMPLING
- Simple Random Sampling
- Staratified sampel atau Sampel
berstarata
- Area Probability atau sampel
wilayah
- Proportionate stratified
random sampling
- Purposive sample atau sampel
bertujuan
- Quota Sample atau sampel Kuota
- Cluster Sample atau sampel
kelompok
- Double Sample atau sampel kembar


Sampel Random, Sampel Acak atau Sampel Campur
Dalam pengambilan sampelnya semua subjek-subjek populasi dicampur sehingga semua subjek dianggap sama dalam pengambilan sampelnya

Sampel Berstrata atau Stratified Sample
Populasi terbagi atas tingkatan atau strata, maka setiap strata harus ada yang mewakili sebagai sample

Sampel Wilayah atau Area Probability Sample
Teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi

Sampel Proporsi
Pengambilan subjek dari setiap strata atau wilayah ditentukan secara seimbang atau sebanding dengan banyaknya subjek

Sampel Bertujuan atau Purposive Sample
Sampel dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan dari dasar strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu

Sampel Kuota
Pengambilan sampel didasarkan pada jumlah yang telah ditentukan

Sampel Kelompok
Pengambilan sampel atas dasar kelompok yang bukan merupakan strata

Sampel Kembar
Dua buah sampel yang sekaligus diambil oleh sipeneliti dengan tujuan untuk melengkapi jumlah apabila ada data yang tidak masuk dari sampel pertama


Penelitian kasus adalah penelitian yang dilakukan secara intensif terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu
Ditinjau dari wilayahnya penelitian ini hanya meliputi daerah atau subjek yang sangat sempit
Ditinjau dari sifat penelitian ini lebih mendalam


Unit Analisis
Satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian






VARIABEL DAN PARADIGMA PENELITIAN
Variabel adalah simbol/lambang yang padanya kita lekatkan bilangan atau nilai
dengan kata lain:
Variabel merupakan atribut, atau sifat atau nilai dari orang, obyek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai
Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda
Contoh : unit produksi, absensi, motivasi dll


Jenis Variabel:
 Variabel Independen (bebas)
 Variabel dependen (terikat)
 Variabel Moderator
 Variabel Intervening
 Variabel kontrol

Variabel Independen (Bebas)
Variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat
- Pendidikan - Produktivitas Kerja
- Motivasi - Efektivitas Kerja
- Peralatan - Efisiensi Kerja
- Promosi - Volume Penjualan

Variabel Dependen (Terikat)
Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas
- Pendidikan - Produktivitas Kerja
- Motivasi - Efektivitas Kerja
- Peralatan - Efisiensi Kerja
- Promosi - Volume Penjualan

Variabel Moderator
Variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen dan dapat diukur
Mis: Bila harga suatu produk murah maka tentunya pembeli akan banyak kenyataannya harga murah tetapi pembeli sedikit,
ternyata hal ini disebabkan masyarakat tidak punya uang, kualitas rendah, model usang.

Variabel Intervening
Variabel yang secara teoritis mempengaruhi (memperlemah atau memperkuat) hubungan antara variabel independen dan dependen tetapi tidak dapat diamati atau diukur

Gaji pegawai tinggi, pemimpin berperilaku baik, tetapi prestasi kerjanya rendah. Setelah diteliti ternyata pegawai tersebut sedang frustasi.
Frustasi adalah variabel intervening yang secara teoritis mempengaruhi prestasi pegawai, tetapi frsutasi ini tidak dapat diukur

Variabel Kontrol
Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti
Perbandingan penampilan kerja petugas penjualan lulusan SMU dan SMK. Untuk membandingkan penampilan kerja kedua lulusan sekolah itu,
Ditetapkan variabel kontrolnya yakni pekerjaan yang dikerjakan, alat kerja, pengalaman kerja, iklim kerja

Hubungan Antar Variabel
1. Hubungan Simetris
Hubungan yang terjadi antar variabel yang ada secara kebetulan/munculnya bersamaan. Tidak ada variabel yang mempengaruhi atau dipengaruhi

X Y


2. Hubungan Kausal
Hubungan yang terjadi antar variabel yang bersifat sebab akibat antara variabel independen dengan variabel dependen

X Y

3. Hubungan Interaktif / Resiprocal
Hubungan yang saling mempengaruhi, namun sulit diketahui mana variabel independen

X Y

Paradigma Penelitian
Merupakan pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan rumusan masalah yang perlu dijawab melalui teori untuk merumuskan hipotesis, jenis penelitian, hipotesis dan teknik analisis apa yang akan digunakan

Bentuk Paradigma Penelitian
1. Paradigma Sederhana
1 Variabel independent 1 variabel dependent

X Y

X = Kualitas Iklan
Y = Jlh barang yang terjual


2. Paradigma Berurutan
Lebih dari dua variabel

X1 X2 X3 Y

X1 = Kualitas Bahan Baku
X2 = Kualitas Pengerjaan
X3 = Kualitas Barang yang Dihasilkan
Y = Kepuasan Pembeli

3. Paradigma Ganda
Dua Variabel Independent satu variabel dependent




X1 = Naluri Bisnis
X2 = Demografi
Y = Keberhasilan Usaha

4. Paradigma Ganda 3 Var. Independent
3 Var. Independent 1 Var Dependent




X1 = Kualitas Mesin
X2 = Gaya Kepemimpinan
X3 = Sistem Karir
Y = Keberhasilan Usaha
5. Paradigma Ganda Dua
1 Var. Independen 2 Var Dependen



X = Tingkat Pendidikan
Y1 = Wawasan Bisnis
Y2 = Keberhasilan Usaha
6. Paradigma Ganda
2 Var. Independen 2 Var. Dependen



X1 = Kebersihan Kereta Api
X2 = Pelayanan Kereta Api
Y1 = Jumlah tiket terjual
Y2 = Kepuasan Penumpang

7. Paradigma Jalur
Terdapat Var. yang berfungsi sebagai jalur antara




X1 = Status Ekonomi
X2 = IQ
X3 = Motivasi Berprestasi
Y = Prestasi Belajar




PROSES PENELITIAN
Langkah-langkah proses penelitian:
1. Memilih Masalah
2. Studi Penahuluan
3. Merumuskan Masalah
4. Merumuskan Anggapan Dasar (Hipotesis)
5. Memilih pendekatan
6. Menentukan Variabel dan Sumber data
7. Menetukan dan Menyusun Instrumen
8. Mengumpulkan Data
9. Analisis Data
10. Menarik Kesimpulan
11. Menulis Laporan

Langkah Penelitian:
1. Rancangan Penelitian (1-6)
2. Pelaksanaan Penelitian (7-10)
3. Pembuatan Laporan (11)


Penggunaan Aspek Logika Untuk Merumuskan Hipotesis


 Permasalahan atau problem penelitian adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia, antara harapan dengan pencapaian

 Masalah mesti merupakan dari kebutuhan seseorang untuk dipecahkan

 secara singkat masalah adalah:
 Kesenjangan antara das sollen dengan das sein


Hubungan antara ketepatan memilih masalah dengan cara pemecahan masalah
Ketepatan Masalah Ketepatan Cara Pemecahan
Masalah Benar Cara Pemecahan Benar
Masalah Benar Cara Pemecahan Salah
Masalah Salah Cara Pemecahan Benar
Masalah Salah Cara Pemecahan Salah


Sumber Masalah Penelitian Yang Utama:
 Pengalaman
 Literatur yang dipublikasikan
 Literatur yang tidak dipublikasikan
 Pemberian orang lain

Kriteria Menentukan Masalah yang Baik (Kerlinger):
 Masalah harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih
 Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak ambigu dalam bentuk pertanyaan
 Masalah dan pernyataan masalah harus dirumuskan dengan cara tertentu yang menyiratkan adanya kemungkinan pengujian secara empiris

Kriteria Menentukan Masalah yang Baik (Fraenkel and Wallen):
 Masalah harus feasibel
 Masalah harus jelas
 Masalah harus signifikans
 Masalah bersifat etis

Faktor yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Masalah
 Minat
 Dapat Dilaksanakan
 Faktor Pendukung
 Hasil Bermanfaat
Bentuk rumusan masalah adalah:
 Permasalahan Deskriftif
Permasalahan yang menggambarkan keberadaan variabel mandiri
 Permasalahan komparatif
Permasalahan yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada pada dua atau lebih sampel yang berbeda
 Permasalahan asosiatif
Permasalahyan yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih

VARIABEL
Jika ada pertanyaan tentang apa yang diteliti maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian

Jadi variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya

Secara teoritis variabel dapat didefenisikan sebagai atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai variasi antara satu orang dengan orang lain atau satu obyek dengan obyek lain

Dinamakan variabel karena ada variasinya.

Contoh:
1.Berat badan, berat badan sekelompok orang itu bervariasi antara satu orang dengan yang lain
2.Motivasi, motivasi dari setiap orang mempunyai variasi
3. Persepsi, persepsi dari setiap orang mempunyai variasi


Judul mencerminkan masalah, variabel, dan objek yang diteliti serta desain penelitian yang dipakai

Judul Penelitian Mencakup
 Sifat an jenis Penelitian
 Objek yang di Teliti
 Subjek Penelitian
 Lokasi/daerah Penelitian
 Tahun/Waktu Terjadinya peristiwa

Untuk Penelitian Kuantitatif
Judul Penelitian Secara Eksplisit Menunjukkan Variabel yang akan diteliti

Perumusan judul penelitian harus mencakup, sifat dan jenis penelitian, objek yang diteliti, subjek penelitian, lokasi dan waktu terjadinya peristiwa



Faedah mengadakan studi Pendahuluan :
 Memperjelas masalah
 Menjajagi kemungkinan dilanjutkannya penelitian
 Mengetahui apa yang sudah dihasilkan orang lain bagi penelitian yang serupa dan bagian mana dari permasalahan yang belum terpecahkan

Cara Mengadakan Studi Pendahuluan :
 Dengan membaca literatur baik teori maupun penemuan (hasil penelitian terdahulu)
 Mendatangi ahli-ahli atau manusia sumber untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi
 Mengadakan peninjauan ketempat atau lokasi penelitian untuk melihat benda atau peristiwa.

Untuk mengadakan studi pendahuluan dapat dilakukan pada 3 objek yang dikenal dengan 3 P, yaitu :
 Paper, dokumen, buku majalah atau bahan tertulis lainnya baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya. Studi ini disebut juga kepustakaan atau studi literatur
 Person: bertemu, bertanya dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber
 Place : tempat, lokasi atau benda benda yang terdapat di tempat penelitian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanx ja ya